Jeruk Bali (Citrus Maxima) memang terkenal karena memiliki ukuran buah yang lebih besar dan kulit yang lebih tebal dari jenis jeruk pada umumnya. Buahnya yang kemerah-merahan dengan rasa pahit asam juga tidak kalah enak dari jeruk lainnya. Namun, belum banyak orang yang tahu tentang manfaat jeruk Bali.
Manfaat jeruk Bali ternyata tidak main-main, mulai dari mencegah rabun jauh sampai memudarkan jerawat. Ingin tau manfaat jeruk Bali lainnya? Yuk, kita cari tahu manfaatnya
Kandungan yang Ada Pada Jeruk Bali
Selain enak dikonsumsi, jeruk Bali memiliki banyak kandungan vitamin yang bisa menyehatkan tubuh. Seperti jenis jeruk lainnya, kandungan vitamin C dalam jeruk Bali paling dominan. Dikutip dari buku berjudul ‘Jeruk Besar Pangkep’ milik Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, kandungan gizi per 100 gram Jeruk Bali di antaranya:
Energi: 48 kkal
Protein; 0,6 g
Lemak: 0,2
Karbohidrat: 12,4
Fosfor: 27 mg
Zat Besi: 0,5 mg
Vitamin A
Vitamin B1: 0,04 mg
Kalium
Bioflavonoid
Vitamin C: 43 mg
Air: 86,3 g
Manfaat Jeruk Bali untuk Kesehatan
Dengan kandungan sebanyak itu, jeruk Bali juga memiliki banyak manfaat dari ujung kaki sampai kepala. Bukan hanya untuk kesehatan tubuh, namun juga untuk kecantikan. Dilansir laman hopkinsmedicine.org, manfaat yang terkandung dalam jeruk Bali antara lain:
1. Mencegah Rabun Senja
Buah jeruk memang sudah terkenal untuk mencegah penyakit mata. Menurut Sunarjono dan Setiawan (2003), jeruk Bali dengan kandungan vitamin C dan vitamin A yang tinggi bisa mencegah rabun senja dan penyakit mata lainnya.
2. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
Jika dikonsumsi secara rutin, jeruk Bali bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Jika kolesterol baik meningkat, maka dapat meminimalisir terjadinya penyempitan pembuluh darah.
3. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung
Buah yang kaya serat ini dapat mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, kandungan flavonoid juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang bisa menyebabkan penyakit jantung.
Kandungan kalium juga dapat memperlancar fungsi saraf, menyeimbangkan cairan tubuh, kontraksi otot serta mencegah aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah) di arteri.
4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C dalam jeruk Bali yang kaya dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh dan meningkatkan aktivitas sel darah. Kelebihan radikal bebas dapat menyebabkan banyak penyakit, seperti risiko penyakit hati, stroke, jantung, dan gangguan ginjal.
5. Mencegah Kanker
Kandungan kalium dan flavonoid berperan sebagai pencegah kanker. Penderita kanker juga aman mengkonsumsi jeruk ini karena bisa meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Namun, belum ada yang bisa membuktikan jeruk Bali untuk menyembuhkan kanker. Jadi, tidak ada salahnya kita konsumsi jeruk Bali sejak dini untuk antisipasi.
6. Meningkatkan Kesehatan Otak
Kandungan flavonoid dalam jeruk Bali dapat menurunkan risiko penyakit otak, seperti Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, jeruk Bali bisa meningkatkan daya ingat. Jadi sebelum pikun, rajin-rajin konsumsi jeruk Bali, ya!
7. Mencegah Diabetes
Jeruk Bali memiliki kandungan gula yang rendah, sehingga sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes. Kandungan serat dan vitamin C juga bisa membantu mengatur pola makan sehat. Antioksidan dalam jeruk Bali juga sangat baik untuk melawan radikal bebas yang bisa menyebabkan diabetes.
8. Baik untuk Pencernaan
Seperti yang kita tahu, serat sangat baik untuk melancarkan pencernaan. Kandungan serat yang tinggi dalam jeruk Bali bisa mengatasi masalah pencernaan seperti diare dan melancarkan BAB. Kadar air yang tinggi juga berfungsi untuk merangsang gerakan usus sehingga feses lebih mudah keluar.