Tutorial

Cara Jitu Budidaya Jangkrik Untuk Pemula

Written by

Jangkrik merupakan salah satu jenis serangga yang sering dijadikan pakan hewan peliharaan dan ternak sehingga permintannya tak pernah surut. Jika kamu tertarik budidaya jangkrik, ada cara jitu yang cukup mudah. Kamu siap mendulang untung dari bisnis ini.

  • Cara Jitu Budidaya Jangkrik

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum memulai budidaya. Sebelumnya, kenali dulu karakteristiknya sebelum budidaya jangkrik.

  • Karakteristik jangkrik:
  • Hewan herbivora.

Di alam bebas memakan daun-daunan muda seperti rerumputan. Dalam lingkungan budidaya, bisa diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun, dan daun pepaya.

  • Menyukai tempat gelap.

A.Berikut langkah-langkah budidaya jangkrik.

1. Menentukan Lokasi

budidaya jangkrik

Jangkrik sangat menyukai lokasi tenang, sunyi, dan teduh. Selain itu, senang mendapat sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan. Hindari lokasi yang ramai dan bising seperti pasar atau jalan raya. Lingkungan yang jauh dari kegiatan manusia sangat digemari oleh jangkrik. Ruangan tempat ternak jangkrik tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

2. Persiapan Kandang

kandang jangkrik

Dikutip alamtani, kandang untuk budidaya jangkrik bisa dibuat dari berbagai bahan seperti kardus papan atau triplek. Desain kandang untuk ternak jangkrik kotak seperti peti, bisa terbuat dari papan atau tripleks dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30 cm hingga 40 cm. Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut peti agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan. Ini mengingat ukuran jangkrik yang baru menetas sangat kecil. Permukaan bagian atas harus bisa dibuka tutup dengan menggunakan engsel.

Pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi sekitar 50 cm x 7 cm, posisi lubang sekitar 10 cm dari atas.Ventilasi ditutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa kabur. Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti sekitar 10 cm. Letakan mangkuk yang diisi air atau cairan lain untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang. Kondisi kandang harus jauh dari binatang pengganggu. Kelembapan pun harus terus dikontrol terutama saat musim kemarau. Untuk menjaga kelembaban bisa dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.

3. Budidaya Jangkrik dengan Mulai Pembibitan

Bibit jangkrik haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat, dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas. Ini karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Namun, bibit juga bisa dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Adapun, cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor sedangkan betina terlihat memiliki 3 helai ekor.

4. Mengawinkan Jangkrik

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat mirip dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu. Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama.

5. Penanganan Jangkrik yang Bertelur

telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindari induk memakan telurnya sendiri. Untuk itu, segera tangani dengan baik. Kamu harus pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas.

B.Proses Panen Budidaya Jangkrik

Setelah bertelur dan menetas maka sebetulnya sudah siap untuk panen. Ada dua yang bisa dipanen dari ternak jangkrik. Pertama, yaitu jangkrik dewasa. Kedua, telur jangkrik.

Jenis Jangkrik yang Banyak Dibudidayakan

1. Jangkrik Kalung (Gryllus Bimaculatus)

2. Jangkrik Cokelat

3. Jangkrik Madu (Jamaican Cricket)

4. Jangkrik Seliring (Teleogryllus Mitratus)

5. Jangkrik Tropis (Gryllodes Sigillatus)

6. Jangkrik Jeliteng

7. Jangkrik Alam (Acheta domesticus)

8. Jangkrik Jerabang

9. Jangkrik Kidang Itulah cara budidaya jangkrik disertai tips dan jenis-jenisnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

UNTUK MEMBELI PRODUK KAMI (KLIK SINI)

BACA JUGA DISINI : KEUNTUNGAN MEMAKAI FORMULA MSG3 (KLIK SINI)

Leave a Comment